Hana Maulida: Perempuan Penggagas Gerakan Kakak Aman, Sahabat Pelindung Anak dari Kekerasan Seksual
Bom waktu akan meledak setiap saat, bila masyarakat abai dengan kekerasan seksual pada anak, pembiaran dan seakan menutup mata atas kejadian yang terjadi. Apa jadinya di era generasi emas yang akan datang, jika anak anak yang bertumbuh saat ini, tak memiliki perlindungan dari kekerasan seksual.
Dengan prestasi prestisius,salah satunya adalah sebagai penerima Apresiasi Satu Inonesia Award yang ke-15 di tahun 2024,Hana Maulida menyabet penghargaan di bidang pendidikan, beruntung penulis diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.
Saat menjawab pertanyaan yang diajukan, nada getir bercampur geram yang terdengar oleh penulis, keprihatinan seorang ibu dua anak yang memiliki perasaan melankolis, titik balik yang membuat seorang Hana Maulida merasa perlu membuat satu gerakan bernama Kakak Aman.
Rasa emosi dan marah ketika mendengar kasus kasus yag berkaitan dengan anak anak, di usia belia mereka tersakiti dan anak anak yang diperlakukan secara buruk. Berita tentang kekerasan seksual anak seakan tiada henti, bahkan hal ini terjadi di sekitar lingkungan sendiri.
"Dengan masifnya kekerasan seksual terhadap anak, namun kenyataannya tidak diimbangi dengan pencegahannya, imbuh Hana Maulida.
Alih alih kekerasan seksual terhadap anak mereda, malah makin viral, ada kasus kasus baru makin marak dan di luar nalar, hingga akhirnya Hana Maulida dan beberapa koleganya yang memiliki keprihatinan yang sama. Meski sepakat untuk marah, namun sepakat untuk segera bergerak mencegah kekerasan seksual terhadap anak, ini tak bisa dibiarkan begitu saja!
Hingga di satu moment, Hana Maulida merasa "ayo kita bergerak", dalam keseharian yang dirasakan perempuan yang juga sebagai PNS, ia merasa belum ada lembaga atau pun gerakan yang concern untuk menyusun program pencegahan untuk mengatasi kasus kasus kekerasan seksual.
Akhirnya Hana Maulida dan kawan kawan, mengambil peran pencegahannya, karena ia berpikir untuk penanganan memerlukan keahlian hukum yang cakap, sedangkan untuk pencegahan bisa dilakukan oleh siapa pun, akhirnya peran pencegahan kekerasan seksual terhadap anak yang menjadi perhatian utama.
Kakak Aman Antara Diskusi Hangat dan Warung Bakso
Memulai dari diskusi warung bakso,Kakak Aman menjadi gerakan pencegahan kekerasan seksual anak(sumber poto: Hana Maulida)Tak dinyana keresahan Hana Maulida, juga dirasakan dua temannya, dari obrolan dan juga diskusi di warung bakso di sudut Kota Serang, Provinsi Banten, cikal bakal gerakan yang kelak menjadi benteng yang akan menahan bayangan kelam bernama kekerasan seksual.
Ketika gerakan Kakak Aman hadir di tahun 2023, fakta yang mencengangkan terjadi, medio Januari hingga November 2023, berdasar data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak(Simfoni PPA), ada 15.120 kasus kekerasan terhadap anak,dengan rincian yakni 12.158 korban anak perempuan, serta 4.691 korbannya anak laki laki.
Membuat hati makin miris dan meleleh, dari data tersebut kekerasan seksual menduduki urutan nomor wahid, dari jumlah korban paling banyak di tahun 2019-2023. Saat Kakak Aman mulai hadir, bukan berarti semua urusan menjadi beres, langkah kecil dari orang orang yang peduli pencegahan kekerasan seksual.
Kakak Aman memiliki kendala di waktu, namun itu bukan halangan besar, tim Kakak Aman harus luwes dan pro aktif ketika melakukan kegiatan untuk anak anak di lingkungkan sekitar, perempuan murah senyum dan berkaca mata menyebutkan tim Kakak Aman adalah para pekerja, ada juga mahasiswa.
"Kita hanya bisa menyumbangkan tenaga dan pikiran penuh, hanya di Sabtu dan Minggu,sedangkan undangan dari sekolah membludak, hingga kami kewalahan juga," ungkap Hana Maulida seraya tersenyum tipis.
Meski Gerakan Kakak Aman relatif baru, namun respon positif masyarakat membuat tim Gerakan Kakak Aman berbesar hati, perhatian masyarakat sudah mulai muncul, kepedulian terhadap urgensi pendidikan seksual kian bertumbuh.
Merogoh Kocek Sendiri? Why Not!
Meski dari kocek sendiri, Kakak Aman tetap eksis menghidupkan pergerakan(sumber poto Hana MaulidaApapun pergerakannya, soal pendanaan sepertinya akan selalu diperlukan, begitu juga dengan Kakak Aman, hebatnya lagi ketika awal berdiri, tim Kakak Aman merogoh kocek sendiri untuk menghidupkan pergerakan. Tak terpikirkan untuk meminta donasi ke pihak lain.
Namun ajaibnya seiring berjalannya waktu, meski tak meminta donasi, tapi ada saja para orang orang baik mensuport pendanaan, Kakak Aman tidak membuka donasi secara langsung, ada saja orang orang yang suka rela mengulurkan tangan secara terbuka.
Hana Maulida mengaku terharu, ketika ada dari berbagai pihak diistilahkan "mengetuk pintu" Kakak Aman, mereka akhirnya mau berbagi tanpa syarat tertentu, hal ini membuat api semangat semakin memantik,dengan dukungan masyarakat luas terhadap eksistensi Kakak Aman.
Selain itu dukungan dari pemerintah setempat, dalam hal ini Pemerintahan Kota dan Kabupaten Serang memberikan apresiasi, adapun Hana Maulida adalah sosok PNS yang bekerja di Kabupaten Serang, serta ada juga tim Gerakan Kakak Aman merupakan pengajar di salah satu SD Negeri.Untuk urusan birokrasi tidak ada kendala yang dirasakan Kakak Aman.
Mereka yang berada di Gerakan Kakak Aman, merupakan orang orang pilihan, fokus upaya pencegahan kekerasan seksual anak, bukanlah jalan lunak dan mudah, berbasis di Kota Serang,Banten, Kakak Aman telah melalui jalan mulia untuk menyebarkan pendidikan seksual,bukan semata di wilayah Banten, namun ke penjuru Indonesia.
Tantangan di awal langkah memang pernah dirasakan,serunya adalah Gerakan Kakak Aman telah melewati fase tersebut, keterbatasan waktu karena anggotanya bekerja atau kuliah, hingga pendanaan awal yang berasal dari dana pribadi, perlahan namun pasti, Kakak Aman mulai menemukan ritme yang pas, untuk pendampingan pencegahan kekerasan seksual.
Saat ini Kakak Aman memiliki Modul Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Modul Pendidikan Seksual Komprehensif, ada 55 relawan yag akan menyebarkan edukasi perlindungan anak, ada empat ribu anak yang mendapatkan edukasi, agar paham melindungi diri dari kekerasan dan situasi berbahaya, lebih dari 150 pendidik dan orang tua teredukasi. 50 guru mendapatkan pelatihan, serta 17 daerah penerima manfaat.
Realitas Terabaikan Tentang Batas Tubuh dan Hak Anak
Laman Humas UI, law.ui.ac.id menyebutkan kasus kekerasan seksual di masyarakat relatif tinggi, kekerasan seksual paling besar berada di rumah yaitu di angka 37 %, di susul kemudian di sekolah dengan angka 11%, dan di hotel sebesar di hotel.
Ketika rumah dianggap tempat yang ramah dan bersahabat, ternyata kenyataan berkata lain, hal ini juga dirasakan Hana Maulida dan kawan kawan di Kakak Aman, saat sesi dongeng dan juga dialog dengan anak anak, dari mereka terlihat bingung soal batas tubuh pribadi.
"Kebanyakan dari anak anak merasa orang terdekat atau keluarga, boleh menyentuh bagian tubuh. Ayah, Paman atau Kakek dianggap bisa dipercaya di rumah, boleh boleh saja menyentuh dan mengakses bagian tubuh pribadi," ulas Hana Maulida.
Di titik krusial ini, Kakak Aman memberikan penjelasan secara sederhana, bahwa siapa pun, tidak diperkenankan menyentuh bagian tubuh pribadi, meski itu adalah ayah kandung sekali pun! Karena banyak kasus kekerasan seksual, justru datang dari orang orang terdekat bukan oleh orang lain.
Poin penting bagi anak anak, mulai memahami batas tubuh dan hak anak yang mudah dicerna oleh mereka, memberi arahan dan penjelasan bahwa mereka boleh menolak jika orang orang terdekat di rumah, menyentuh bagian tubuh pribadi, dengan alasan yang tidak jelas.
"Kekerasan seksual kepada anak, terjadi dan paling banyak dilakukan oleh ayah kandung maupun ayah tiri, bahkan di Tangerang sudah ada kasus kekerasan seksual pada balita oleh seorang ibu," jelas Hana Maulida dengan nada getir.
Metode Edukatif dan Menyenangkan
Dunia anak adalah dunia penuh keceriaan, dunia yang menyenangkan dan merupakan masa emas pertumbuhan manusia, menjadi hal menarik ketika Hana Maulida dan Kakak Aman, menjelaskan hal sensitif namun tak kehilangan momen edukatif kepada anak anak.
Menurut Hana Maulida, nilai penting yang ditanam Kakak Aman adalah menyenangkan bagi anak anak, tak heran akhirnya pilihan untuk mengenalkan pendidikan seksual, dengan menggunakan modul yang sederhana, mudah dipahami, mudah ditiru oleh siapa saja, anak anak tidak kesulitan menghapal dan memahaminya.
Isu yang akan dibahas mungkin sensitif, apa lagi membincang kekerasan seksual ke anak anak, Kakak Aman mempunyai formula jitu, agar anak anak makin tahu secara benderang namun mengerti bahwa perbuatan orang orang dewasa, terhadap tubuh mereka adalah sesuatu yang tak pantas dan harus bisa menghindarinya.
Metoda yang paling sering digunakan Kakak Aman,anak anak diberikan pengertian melalui dongeng, dialog interaktif, lagu dan tarian serta main game. Ini bermanfaat untuk memberi penjelasan dari orang dewasa kepada anak anak, tentang kekerasan seksual tanpa menggurui, namun si anak semakin sadar dan mengerti, tak sembarangan orang menjamah tubuh meski itu orang paling terdekat.
"Kakak Aman mencoba menyederhanakan pembahasan, menjadi sesuatu yang menyenangkan, contoh menjelaskan bagian tubuh pribadi melalui lagu yang gampang di hapal. Atau ketika berada di situasi sulit, diungkapkan dengan lagu sehingga anak anak dapat menangkap makna dari lagu yang dinyanyikan," ujar Hana Maulida dengan antusias.
Kesadaran Bersama Kian Bertumbuh
Dahulu orang orang selalu berpikir, bahwa pendidikan seksual merupakan hal yang tabu, pantang menjadi topik pembicaraan karena beranggapan anak akan tahu dengan sendirinya, seiring bertambahnya usia.
Saat Kakak Aman hadir, dan menyampaikan tujuan tentang pentingnya pendidikan seksual,dukungan terus mengalir mulai dari pihak sekolah dan orang tua maupun pemerintah. Bahan memberikan masukan positif, sehingga Kakak Aman lebih bersemangat.
Salah satu dukungan berasal dari pihak akademisi, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa(Untirta) Jurusan Pendidikan Non Formal, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan(FKIP), membuat kolaborasi ciamik dengan Gerakan Kakak Aman, salah satunya memberikan edukasi pencegahan kekerasan seksual kepada anak anak SD di Kota Serang.
"Awalnya ada yang merasa clueless, bingung dan tidak tahu apa apa, tak paham saat akan mengajarkan atau disampaikan tentang mengajarkan pendidikan seksual anak. Namun Gerakan Kakak Aman hadir dan menyampaikan tujuan yang di usung, akhirnya mereka pun bisa menerima," papar Hana Maulida.
Salah satu bukti Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Serang, Banten memperhatikan kiprah Hana Maulida, ketika Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia(BKPSDM), menyelenggarakan Anugerah ASN 2024, dari ratusan ASN yang ada di Pemkab Serang. Hana Maulida memenangkan juara pertama ASN Terinovatif Kabupaten Serang, dengan inovasi Pendidikan Seksual yang interaktif dan menyenangkan.
Ketika kesadaran publik semakin bertumbuh, bahwa kekerasan seksual anak adalah ancaman nyata di depan mata, Kakak Aman tetap terus fokus untuk pencegahan kekerasan seksual anak, bukti keseriusan untuk hal ini, Kakak Aman bertransformasi menjadi organisasi solid dan kokoh, namanya saat ini adalah Yayasan Kakak Aman Indonesia.
Bila kesadaran kolektif telah terbangun, sinergi antara sekolah, orang tua dan pemerintah terjalin, bukan hal yang mustahil, satu ketika berita tentang kekerasan seksual terhadap anak kian menyusut, harapan kita bersama. Dunia memang seakan makin edan, namun bukan berarti terus mengutukinya. Kakak Aman telah memulainya dengan melakukan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.
Satukan Gerak Terus Berdampak Bareng Kakak Aman
Hana Maulida menyatakan, ketika dirinya menjadi Penerima Apresiasi Satu Indonesia Award ke-15 di tahun 2024 bidang Pendidikan, pastinya ada "exposure" terhadap keberadaan Kakak Aman, hal ini membuat Hana Maulida bersyukur PT Astra International Tbk, mendukung kegiatan Kakak Aman.
Dampaknya sangat terasa, apa yang dilakukan Kakak Aman untuk pencegahan kekerasan seksual kepada anak, PT Astra International Tbk menyokong penuh, sepanjang tahun antara 2024 hingga 2025, kegiatan Kakak Aman dibersamai, salah satunya pelatihan kepada guru guru PAUD se-DKI Jakarta.
"Kalau di pikir pikir kalau tidak melalui Astra, rasanya kami mengalami kesulitan menjangkau kesempatan tersebut, belum lagi yang paling berkesan adalah di jurikan langsung oleh para pakar yang tidak diragukan lagi keahliannya," ungkap Hana Maulida.
Pada akhirnya dari gerakan yang berasal dari kota Serang, Banten, orang orang makin mengenal kiprah Kakak Aman, menurut Hana Maulida penghargaan SIA Award 2024 benar benar anugerah yang tak di sangka sangka. Banyak kesempatan dan kebaikan yang di peroleh Kakak Aman setelah mendapatkan apresiasi.
Dengan meraih penghargaan prestisius dari PT Astra International Tbk, banyak pihak di seluruh Indonesia makin mengetahui dan mengenal Kakak Aman, banyak masyarakat menganggap gerakan pencegahan kekerasan seksual pada anak, memberi dampak yang terasa gaungnya.
Bahwa pada dasarnya masyarakat mempunyai kebutuhan yang sama, semangat dan kepedulian sehingga hal ini bisa menjalin kolaborasi,sehingga pencegahan kekerasan seksual, semakin berdaya dan menyatukan gerak sehingga dampaknya akan terasa bersama.
Ketika Anak Tahu Cara Melindungi Diri
Seperti yang diungkapkan diawal, Kakak Aman tidak terfokus pada penanganan kasus, kapasitas Kakak Aman belum menuju ke arah penanganan kasus yang butuh keahlian khusus seperti dari kepolisian, pekerja sosial atau psikolog, kami fokus kepada pencegahan yang belum banyak digarap pihak pihak lain.
Salah satu cara yang paling bisa agar anak, tahu untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual, yang sewaktu waktu bisa terjadi. Kakak Aman mengajarkan kepada anak anak, untuk selalu bilang "TIDAK".
Dalam budaya masyarakat patriarki, tidak lumrah jika seorang anak terutama di desa desa, menolak permintaan orang tua, dianggap satu ketidak taatan, meski kepada orang yang di tuakan dalam keluarga, ketika mereka mencoba menyentuh bagian tubuh anak, maka si anak dengan tegas mengatakan tidak.
Ini adalah bentuk edukasi, agar anak mampu melindungi dirinya, seraya kemudian berlari menghindar, Kakak Aman mengajarkan kepada anak tentang private part atau bagian tubuh pribadi, tak tabu bagi anak untuk bercerita tentang kondisi yang dialami, kepada orang dewasa yang dipercaya
Boneka tangan hitam kerap menjadi simbol bagi Kakak Aman untuk mengedukasi, ini akan menjadi pengingat kepada anak anak, untuk mengenali sentuhan yang tak pantas.Dalam hal ini kita patut mengacungi jempol akan kreativitas Kakak Aman meramu cara agar anak anak, melindungi diri dari kekerasan seksual pada anak.
Namun boneka hitam bukan satu satunya alat peraga, Kakak Aman memanfaatkan poster, boneka tangan karakter binatang, edukasi melalui lembar kerja mewarnai, hingga modul cetak. Semuanya merupakan body safety kit Kakak Aman Indonesia.
Hingga saat ini Kakak Aman terus mengedukasi, anak anak yang berada di usia Taman Kanak Kanak dan Sekolah, boleh dikatakan untuk saat ini Gerakan Kakak Aman, merupakan gerakan yang memeluk dengan penuh kasih sayang, agar anak anak Indonesia terhindar dari amukan pelaku kekerasan seksual anak.
Temukan Teman Seperjuangan Sebagai Filosofi
Memiliki bestie dalam satu pemikiran, adalah anugerah terindah kehidupan(sumber poto: Hana Maulida)Saat penulis menanyakan tentang nilai utama yang dipegang Hana Maulida, dengan senyum simpul berkata bahwa ini pertanyaan yang agak berat, namun tak urung peraih ASN Inovatif Kabupaten Serang, membeberkan filosofi yang ia pegang untuk meniti kehidupan.
Pendapat Hana Maulida mungkin bisa menjadi renungan, yakni saat mencari teman yang kiranya mempunyai minat dan kepedulian yang sama,lakukan sesuatu di sana dan cukup satu bidang saja, karena pada dasarnya kita tidak bisa menyelesaikan semua masalah. Kita cukup menggarap satu isue untuk bisa diseriusi, kita konsisten untuk melakukan perubahan.
Bersama Nining Fatmawati dan Nining Fatimah,Hana Maulida menginisasi Kakak Aman pada Januari 2023, ini mungkin disebut sirkel pertemanan yang bersinergi. Dari dasar prinsip hidup yang di pegang, saat ini Kakak Aman bisa ada dan mampu melaju sejauh ini.
Anak muda selayaknya memiliki kecintaan kepada negara dan bangsa, menurut Hana Maulida minimal jangan menjadi bagian dari masalah, saat ini negara mengalami banyak permasalahan,mulai dari medsos hingga pemberitaan semua masalah tertumpuk jadi satu, yang terbaik adalah menjadi generasi yang solutif bagi bangsa dan negara.
Bukan Tabu Bila Pendidikan Seksual Masuk Kurikulum Nasional
Kurikulum masa depan bagi anak Indonesia, adalah berbasis life skill(sumber poto:Hana Maulida)Semua orang mempunyai mimpi besar dalam kehidupan, begitu juga apa yang dipikirkan oleh Hana Maulida, ibu dua anak ini memimpikan adalah Kakak Aman merupakan top of mind, ketika masyarakat di Indonesia membincang tentang pencegahan seksual anak.
Berharap di masa depan, dalam beberapa tahun kemudian, Kakak Aman masuk ke sekolah sekolah dan menjadi bagian dari kurikulum, yang wajib disampaikan di sekolah karena pendidikan seksual, adalah bagian dari life skill. Modul yang di susun Kakak Aman menjadi role model bagi pembelajaran di ruang belajar mengajar.
Sejujurnya menurut Hana Maulida, ada keinginan untuk mampu mengelola institusi sendiri, dalam hal ini institusi pendidikan atau day care, yang nantinya menjadi contoh bagi pihak lain, agar mendapatkan gambaran bahwa, seperti apa sekolah yang di kelola secara aman.
Nantinya dihadirkan konsep pusat pendidikan,day care dan sekolah yang aman, sebagai model ideal yang membuat anak anak terlindungi secara utuh. Setiap lembaga yang di kelola memiliki Child Safeguarding Policy.
Saat ini pendidikan seksual pada anak, kerap disandingkan dengan rasa tabu, namun untuk beberapa tahun ke depan, hal yang saat ini dianggap tabu, menjadi sebuah kurikulum yang memberikan lingkungan aman dan ramah bagi anak anak di seluruh Indonesia.
Merawat Masa Depan Anak Anak Indonesia
Cerianya anak Indonesia saat ini adalah amanah masa depan bagi Indonesia(sumber poto Hana MaulidaTidak semua anak memiliki keberuntungan, bisa dilindungi oleh orang orang yang seharusnya melindungi mereka, saat ini banyak kasus orang tua melakukan kekerasan pada anak, guru guru hingga pemuka agama. Orang yang terdekat bagi anak, malah menjadi ancaman terbesar bagi anak.
"Tugas bersama bagi orang orang yang peduli, untuk mengupayakan dan mengedukasi anak anak dari ancaman dan kekerasan seksual,Kakak Aman memiliki konten yang bisa di akses di Youtube," ungkap Hana Maulida.
Mulai dari sekarang jangan ditunda, saatnya menerapkan edukasi di lingkungan sendiri, siapa pun bisa melakukannya, edukasi kecil bisa menyelamatkan masa depan anak. Kakak Aman telah memulai merawat masa depan anak Indonesia, sejak tahun 2023, bukan saatnya kita menunggu namun menjadi bagian merawat anak Indonesia, agar masa depannya tidak terisi dengan trauma kekerasan seksual, ayo cegah bersama!











Lengkap banget ulasannya, Mas. Ikut mengapresiasi langkah Ka Hana untuk memberikan edukasi seksual kepada anak-anak.
ReplyDelete